Stop Praktek Nepotisme Pada Jabatan Strategis Dalam mengelola Dana Desa.

Stepanus Patanda
Selasa, 15 Oktober 2019 | 07:43 Wita | 220 View


weekensulsel.com, Toraja -Nepotisme berarti lebih memilih keluarga dekat dan teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kapasitas yang dimiliki. Dalam lingkup Lembang, praktek nepotisme juga terjadi, Dimana ada kalem yang memposisikan anak dan keluarganya pada jabatan-jabatan strategis seperti Sekretaris Lembang ,kaur keuangan,Tim Pelaksana kegiatan (TPK) dalam penyelenggaraan pemerintahan lembang, termasuk dalam pengelolaan dana desa.
Perbuatan Kalem yang melibatkan keluarga dalam urusan pengelolaan pemerintahan lembang, oleh masyarakat dianggap sebagai perbuatan yang tidak baik dan termasuk dalam perbuatan tercela.
Memang banyak kekurangan dan kerugian manakala perangkat lembang dikuasai lingkaran keluarga kalem. Mulai dari profesionalitas dan proporsionalitas, sampai kualitas kinerja yang kadang selesai dengan jalur kekeluargaan.
Pada sisi lain, bila kroni kalem yang menguasai sebuah pemerintah Lembang akan timbul gesekan-gesekan ditengah masyarakat. Padahal, kalem berwenang membina kehidupan dan ketenteraman dalam masyarakat.
Nepotisme juga merupakan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban Kepala desa. UU Desa menjelaskan, setiap kepala desa berkewajiban melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Iklan-PUPR


BACA JUGA