Lagi, Penipuan Berkedok Investasi Telan Korban di Toraja Hingga Ratusan Juta

Stepanus Patanda
Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:54 Wita | 4184 View


Weekensulsel.com , Toraja – Praktik penipuan dengan tawaran investasi berprofit tinggi dari legend profit Indonesia kembali memakan korban di Toraja. Kali ini, investasi bodong ini menggunakan skema Profit yang dibayarkan setiap Minggu dengan bunga 25 persen. Sejumlah ibu rumah tangga yang jadi korban akan mengadukan masalah ini ke kepolisian.

Tawaran investasi berprofit selangit ini bernama Legend Profit Indonesia di bawa kendali owner Andy Darussalam. Legend ini berdiri di Jakarta, hasil gagasan Andy Darussalam asal Jakarta Utara dan meluas melalui jejaring sosial Facebook dan grup-grup WhatsApp. Ia menawarkan investasi dengan

investasi Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 7000.000 dalam waktu 24 Minggu, investasi Rp 5.000.000, menjadi Rp 35.000.000,dalam waktu 24 Minggu dan investasi diatas 50 juta bisa mendapat bonus 25 % dalam 3 hari.


Abdul Rahman, salah satu member Legend Profit mengaku, sudah menderita kerugian sebesar Rp 15 juta. Abdul Rahman yang tinggal di pelosok selatan mengikuti Legend Profit itu sejak Selasa 15 Oktober 2019. Namun, sampai sekarang dia belum menerima keuntungan yang dijanjikan sebesar Rp 15.000.0000 per 7 hari.

Rencananya, member-member Legend Profit bakal melaporkan kasus penipuan ini ke kepolisian hari ini, Rabu (23/10/2019). Dia sudah mulai mengumpulkan bukti-bukti dan mencari teman-temannya yang menjadi korban investasi bodong lainnya.

Diperkirakan, Legend Profit memiliki member di Toraja lebih dari 300 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang mulai dari profesi sebagai Camat, Pegawai negeri sipil, wiraswasta,petani ,Pegawai Swasta seperti Bank.
Beberapa admin yang selama ini membantu pengelolaan Profit juga akan menjadi terlapor, rincian nama-nama admin tersebut, Edy Sarjono, mikha dan Andy Darussalam sebagai pemilik Legend Profit.
Menaggapi Penipuan ini Silas Tawang yang juga seorang wirausaha menghimbau agar masyarakat harus lebih jeli terhadap tawaran investasi bila yield-nya atau bunga terlalu tinggi,tawaran investasi dengan imbal hasil yang tak masuk akal selalu berujung pada penipuan,Masyakarat harus memilih tawaran investasi yang memiliki sefty yang kuat.
penulis : Step


BACA JUGA