Pemilihan kepala Lembang Tallung Penanian dicederai oleh permainan politik uang

Stepanus Patanda
Kamis, 21 November 2019 | 20:05 Wita | 3703 View


Weekendsulsel.com – Toraja Utara, Politik uang (money politics) mewarnai pemilihan kepala Lembang (pilkalem) Tallung Penanian (21/11/2019). Ada calon Kalem yang menggunakan segala cara demi menarik simpati pemilik hak pilih untuk mencoblosnya,termasuk dengan cara yang kotor,seperti bagi-bagi uang dengan beragam dalih. Ditemukan ada salah satu calon yang memberi uang dengan alasan sebagai hadiah, atau uang terima kasih.
Pemilihan kepala Lembang Tallung Penanian yang di ikuti oleh dua calon yakni nomor urut 1. Yulius Palenggang ST nomor urut 2.Antonius Teko Pakalla berlangsung kondusif,Peraih suara terbanyak oleh nomor urut 2. Antonius Teko Pakalla dengan perolehan 421 suara,selisi tipis13 suara dari Yulius Palenggang dengan perolehan 408 suara.

Jika merujuk pada surat edaran Bupati Toraja Utara Nomor 840/IX/2019 yang menegaskan bahwa bilamana dalam proses Pilkalem berlangsung ditemukan calon atau menggunakan orang lain melakukan politik uang (Money politic) maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku berupa sanksi diskualifikasi dengan bukti yang autentik,



adapun kesepakatan yang dibuat oleh panitia pilkalem yang di tanda tangani oleh kedua calon dan BPL bahwa apabila ada calon yang menggunakan uang dalam hal ini money politic maka calon tersebut meskipun sudah di nyatakan menang akan di diskualifikasi/ Tidak sah.

Palenggang sapaan akrab calon nomor satu akan mengguggat pemenang Antonius Teko pakalla kepolres Tana Toraja, yang diduga menyogok masyarakat dengan sejumlah uang. Sebagai bukti setelah pemilihan berakhir Palenggang menghadirkan 2 saksi yaitu Ibu Selviana Tambing dan Ibu Yohana Kallo, dan membawa sejumlah uang sebagai barang bukti.


Dalam keteranganya saksi mengaku mendapatkan uang dari salah satu peluncur (tim sukses) calon nomor urut dua Antonius Teko Pakalla tersebut.
“Mak luki datang di rumah bawah uang ini karena mereka sudah tahu kalau kami satu dukungan dan kami juga sudah pilih nomor 2 tutur ibu Selvina Tambing dari dusun Tambunan saat di interogasi oleh petugas dan panitia.

saksi kedua pun memberikan keterangan singkat dan mengaku diberikan amplop berisikan uang dari tim sukses 02 “ini amplopnya pak diberikan oleh nenek Rinas katanya isinya 450 ribu untuk tiga orang tapi saya belum buka. ungkap ibu Yohana Kallo dari dusun ne’Ao’ . Dari keterangan saksi bahwa masih ada beberapa orang lainnya yang telah menerima uang.

Berdasarkan keterangan tersebut merupkan bukti yang kuat Palenggang selaku penggugat meminta agar para saksi diberi perlindungan hukum
“ini saya minta kepada aparat untuk perlindungan karena ada undang-undang yang mengatur bahwa saksi harus di lindungi,tutur palenggang.(Red)