Menanggapi Polemik Pilrek UKI Toraja,YPTKM Akan Menggelar Rapat

Stepanus Patanda
Selasa, 28 Januari 2020 | 10:58 Wita | 631 View


Weekendsulsel.com —-Sebagai bentuk keprihatinan atas Pemilihan Rektor (Pilrek) UKI Toraja yang berakhir kontroversial, Dewan Pembina YPTKM (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Makale) akan menggelar Rapat, Rabu besok, 29 Januari 2020, pukul 13.00 Wita, bertempat di Kantor BPK Makassar Timur, Balla’ Tamalanrea.
Informasi ini diperoleh berdasarkan Surat Undangan Rapat No. 001/DP-YPTKM/I/2020 tertanggal 27 Januari 2020. Undangan tersebut ditandatangani Ketua Dewan Pembina YPTKM, Pnt. Prof. DR. dr. Daniel Sampepajung, Sp. B (K) Onk dan Sekretaris Dewan Pembina YPTKM, Pdt. DR. Alfred Anggui.
Mereka yang diundang, antara lain, Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja (BPS-GT), Ketua Majelis Pertimbangan Gereja Toraja, Badan Verifikasi Gereja Toraja, Pembina, Pengawas dan Pengurus YPTKM, Rektor dan Wakil Rektor I, II, III, IV UKI Toraja, Dr. Oktavianus Pasoloran, M.Si., AK., CA, Senat UKI Toraja, serta Panitia Penjaringan dan Seleksi Calon Rektor UKI Toraja.
Dari unsur BPS-GT yang diundang terdapat nama-nama seperti Pdt. Musa Salusu, M.Th, Pnt. Dr. Ir. Adrianus Parenden, MM, Pdt. Arsiati S. Kabangnga’, M.Th, Pdt. Suleman Allo Linggi, M.Si, dan Pnt. Katarina Tombi, SE.
Hanya saja, dalam undangan rapat tersebut tidak dicantumkan agenda yang menjadi ‘stressing point’ atau penekanan. Namun jika dilihat dari nama mereka yang diundang, rapat itu meminta pertanggungjawaban serta klarifikasi atas kontroversi hasil Pilrek lalu.
Komentar atas rapat yang terkesan mendadak ini pun muncul. Salah satu dari kandidat rektor sendiri, Prof. Marthen Arie. “Aneh ini rapat karena tidak disebut dengan jelas apa agenda rapat. Terkesan akal-akalan atau rekayasa. Kenapa harus di Makassar, karena belum tentu undangan bisa hadir semua dan juga pemborosan biaya. Kenapa tidak dilaksanakan di Makale? Ini mirip rapat dagelan tidak ada agendanya,” ungkapnya via WhatsApp, Senin kemarin (27/1).
Sumber lain menuturkan, rapat tersebut kemungkinan rapat istimewa, karena diadakan sehari sebelum sidang gugatan sengketa Pilrek di Pengadilan Negeri Makale, 30 Januari mendatang. (**)


BACA JUGA

Tags: