Antisipasi Covid-19 Kejari Tator dan Jajaran Periksa Kesehatan

Stepanus Patanda
Selasa, 17 Maret 2020 | 10:44 Wita | 184 View


Weekendsulsel.com, Tana Toraja- Upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) tak henti-hentinya digalakkan, kali ini Kejaksaan Negeri (kejari) kabupaten Tana Toraja (tator) Makale melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap seluruh pegawainya sekaligus sosialisasi mengenai cara penyebaran virus corona oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja. Senin, (16/3/2020) di Aula Kantor Kejari Tator.

Pemeriksaan dilakukan meliputi cek tekanan darah, suhu badan dan pemeriksaan lainnya yang berpotensi penyebaran virus corona.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir serta memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Tana Toraja, Jefri P Makapedua, mengatakan, “kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pencegahan dini terhadap virus yang membuat khawatir semua orang, khususnya jajaran kejaksaan. Kita berharap seluruh pegawai tetap sehat, dan tetap melakukan cuci tangan setiap saat,” tuturnya.


Sementara hasil yang diperoleh berdasarkan pemeriksaan tersebut, Jefri beserta seluruh jajaran Kejari Tana Toraja dinyatakan negatif atau tidak terindikasi virus corona.

Kepala kejaksaan Negeri Tana Toraja Jefri P Makepedua

Saat ini penyebaran virus corona menjadi perhatian dunia. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kejari Tana Toraja adalah bagian dari upaya pencegahan dini, “Syukurlah semuanya aman,” ujar Jefri.

Untuk diketahui, Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.

Ada juga yang terinfeksi namun tidak menunjukan gejala apapun. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Menurut World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, virus corona menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain.

Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaranCOVID-19 melalui udara bebas.

Penulis : Albert agus