Sejak dilantik jadi kalem, Paulus belum pernah berkantor

Stepanus Patanda
Rabu, 18 Maret 2020 | 07:47 Wita | 26 View


Weekendaulsel.com –Sejak dilantik 4 Januari 2020 lalu bersama 53 Kepala Lembang (red, Kepala Desa) lainnya di Tana Toraja, Kepala Lembang Sangpeparikan Kecamatan Mappak, Paulus, belum pernah berkantor.

Hal ini baru diketahui ketika Ketua LSM Tongkonan yang juga Ketua Maca Laskar Merah Putih Kabupaten Tana Toraja, Jansen Saputra Godjang, mendatangi Lembang Sangpeparikan bersama dengan Ketua Toraja Transparansi Jonatan Tommy Tiranda, Sabtu, 29 Pebruari 2020 lalu.

Kedatangan dua dedengkot LSM Toraja di Kecamatan Mappak ini untuk memantau langsung kegiatan Proyek Pembuatan Tanaman RHL DAS Prioritas Blok Sangpeparikan seluas 800 ha dari total lahan 900 ha (Paket XVIII) senilai 17 Miliar lebih. Proyek yang dikerja CV. Pratama Jaya ini membibit tanaman jenis Eucalyptus, Cempaka, Suren, Mahoni, dan Alpukat.

Sambil memantau pelaksanaan proyek tersebut, Jansen yang juga Ketua FKPPI Tana Toraja sempat naik spaning setelah mengetahui dari warga jika Kepala Lembang yang kini menjabat 2 (dua) periode itu jarang datang ke Sangpeparikan.


“Bagaimana pelayanan masyarakat bisa berjalan kalau kepala lembangnya sering tidak di tempat. Saya kira ini kebiasaan yang buruk dari cara-cara pemerintah di lembang. Kan tidak mungkin perangkat lembang yang lain yang bertandatangan kalau yang dibutuhkan tandatangan kepala lembang. Janganlah begini caranya,” tandas Jansen saat berdialog dengan seorang perangkat lembang dan ibu-ibu serta staf lapangan pihak pengelola proyek tanaman RHL tersebut.

Dialog sambil santap siang bersama itu berlangsung di atas rumah panggung Kalem Sangpeparikan. Sebagai informasi, sang Kalem sendiri, sejauh ini banyak menetap di Makale.

Hal lain yang juga disinggung soal dana lembang atau dana desa serta pembangunan yang ada di lembang tersebut. Dari diskusi dan dialog, terungkap bahwa pengelolaan dana lembang di Sangpeparikan selama ini tidak transparan. Begitu juga kuantitas pembangunan tampak tidak sebanding dengan dana desa yang sudah digelontorkan selama ini di lembang tersebut. Ini belum termasuk kualitas pekerjaan pada proyek pisik dan nonpisik yang ada.

Yang menarik pembangunan gedung Kantor Desanya, dikerja dalam beberapa tahun dan sampai sekarang belum rampung.
Kepala Lembang Sangpeparikan, Paulus, berulangkali dihubungi untuk konfirmasi, tidak menjawab. Lewat SMS dan WhatsApp (WA) pun tidak direspon.